Langsung ke konten utama

Adab Hari Raya • Aulia Izzatunisa

♻ Adab Adab Berhari Raya♻

Pastikan telah membayar zakatul fitri Sunnah ditunaikan 1 atau 2 hari sebelum hari raya

1⃣. Mandi Sunnah sebagaimana mandi junub. HR.Malik (426)

2⃣. Berhias dan mengenakan  baju yg paling bagus. ingat baju yg paling bagus yaa ...bukan baju baru. HR Bukhari (886) Muslim (2068)

3⃣. Makan beberapa butir kurma (bilangan ganjil) HR Bukhari  (953)
Jika kita ingin sesuai dengan teks Hadist yaa makan kurma sebelum berangkat sholat iedul fitri... jika tidak ada maka makan makanan yg ada...ketupat, nasi,kue yg penting berbuka, tidak dalam kondisi berpuasa

4⃣. Bertakbir ketika berangkat ke tempat sholat ied (QS. AL-BAQARAH 185)
Sunnahnya tempat ied di Lapangan terbuka jika hujan baru di Masjid / Gedung tertutup.

Batasan bertakbir sejak keluar rumah hingga sholat iedul fitri ditegakkan. HR.Ibnu Abu Syaibah (l/487)

Sunnah mengeraskan suara takbir dan Tahlil HR.Al-Baihaqi  (3/279)
takbir dilakukan masing masing (tidak dikomando)

5⃣. Berjalan dengan jalan yg berbeda ketika berangkaAriestia

tika pulang. HR. BUKHARI  (986)

Sunnah dengan berjalan kaki. HR. At-Tirmidzi (l/164); Ibnu Majah (1071)

6⃣. Disunnahkan berangkat lebih awal bada shubuh dan ambil posisi terdepan sebelah kanan lalu bertakbir hingga.. imam berdiri untuk memimpin  sholat. Kitab Syarh Sunnah, Al-Baghawi  (4/302)

7⃣Boleh mengucapkan selamat Berhari raya seperti ucapan Taqabbalallohu minna waminkum
Syaikh Islam dalam Majmu Fatawa (24/253) berdasarkan  riwayat sebagian sahabat bahwa mereka melakukannya  (Al-Hafidz dalam kitab Fath Al Bari (2/517)

Insyaa Alloh bernilai pahala & bermanfaat untuk umat

#sunnah #tauhid #salaf #Makassar #Indonesia #muslim #muslimah #world

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syarah Hadist Arba'in 1 | Urgensi Niat - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc,...

Dauroh 'Mengenal Asma'ul Husna' Sesi 2 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

Perjanjian Yang Kuat Dalam Islam

PERJANJIAN YANG KUAT Diantara perjanjian yang paling kuat adalah pernikahan, karena akad nikah adalah perjanjian dengan nama Allah, dan Allah menyebutnya sebagai perjanjian yang kuat. Allah 'azza wa jalla berfirman, وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا . "Dan isteri-isterimu telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat." [An-Nisa: 21] Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, فَاتَّقُوا اللَّهَ فِي النِّسَاءِ فَإِنَّكُم أَخَذتُمُوهُنَّ بِأَمَانَةِ اللَّهِ وَاستَحلَلتُم فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ . “Bertakwalah kepada Allah dalam memperlakukan para wanita, karena kalian telah mengambil mereka (sebagai istri) dengan perjanjian Allah dan menghalalkan hubungan suami istri dengan kalimat Allah.” [HR. Muslim dari Jabir radhiyallahu’anhu] Dan setiap perjanjian adalah amanah, maka para istri adalah amanah Allah di pundak suami untuk diperlakukan dengan baik, dan kelak Allah 'azza wa jalla akan meminta pertanggung jawaban atas amanah ini di hari kiamat. Al-Ima

Ceramah Singkat : Allah Berikan Dunia Kepada Orang Kafir - Ustadz Dr. Fi...

Kajian Kitab : Syarah Kitab Shahih Bukhari Kajian Ke-30 - Ustadz Dr. Fir...

Apakah Amalan Yang Gugur Bisa Kembali - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, ...

Kajian Umum : Fiqh Bermedia Sosial - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, M.A.

Khutbah Jumat : Kemuliaan Sholat Malam - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc,...

Kajian Sirah Bahtera Nabi Nuh - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, M.A.

Kajian Umum : Hijrah, Sejarah Dan Ibroh - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc...