Langsung ke konten utama

Amalan Baru Yang Tidak Diajarkan

Sebagian di antara kaum muslimin, jika kita ingatkan dan kita sampaikan bahwa tata cara ibadah yang mereka lakukan itu tidak ada ajaran dan tuntunan dari Rasulullah shallallahi ‘alahi wa sallam, serta merta mereka beralasan dengan “niat baik”. Yang mereka pahami dan yakini, jika praktik ibadah yang mereka lakukan itu didasari oleh niat baik, tentu Allah Ta’ala akan membalasnya dengan pahala.

Amalan itu bisa diterima tidak hanya dengan niat yang ikhlas, namun juga harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi, syarat diterimanya amal itu ada dua yaitu pertama, niatnya harus ikhlas dan kedua, harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itu, amal seseorang tidak akan diterima tatkala dia melaksanakan shalat jum'at empat raka’at walaupun niatnya betul-betul ikhlas dan ingin mengharapkan ganjaran melimpah dari Allah dengan banyaknya rukuk dan sujud. Di samping ikhlas, dia harus melakukan shalat sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 2697 & Muslim no. 1718)

Saudaraku yang di rahmati oleh Allah, kalau setiap kita hanya mengandalkan niat baik saja maka di khawatirkan semua kemaksiatan menjadi boleh dan legal karena banyak orang yang ketika bermaksiat niatnya baik, apa niat koruptor ketika mengkorupsi uang Negara? Ya niatnya baik memberikan nafkah kepada anak dan istri, bukankah memberikan nafkah kepada anak dan istri niat baik?
Saudaraku yang di rahmati oleh Allah dari sini kita sepakat bahwa niat baik saja tidak cukup, niat baik harus di padukan dengan cara yang sesuai dengan tuntunan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ceramah Singkat : Hukum Membawa Anak Ke Masjid - Ustadz Dr. Firanda Andi...

Kajian Umum : Ujub Penggugur Amal - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, M.A.

Syarah Hadist Arba'in 1 | Urgensi Niat - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc,...

Kajian Tafsir Surat Al Fajr Ayat 14-30 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc,...

Kisah Lengkap Nabi Yusuf ‘Alaihissalam

Yusuf ‘Alaihissalam Bermimpi Pada suatu malam ketika Yusuf masih kecil, ia bermimpi dengan mimpi yang menakjubkan. Ia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Ketika ia bangun, maka ia langsung mendatangi ayahnya, Nabi Ya’qub ‘alaihissalam menceritakan mimpinya itu. Ayahnya pun langsung memahami takwilnya, dan bahwa akan terjadi pada anaknya suatu urusan yang besar. Maka ayahnya segera mengingatkan Yusuf agar tidak menceritakan mimpinya itu kepada saudara-saudaranya yang nantinya setan akan merusak hubungan mereka dan berhasad kepadanya atas pemberian Allah itu. Yusuf pun menaati saran ayahnya. Saudara-saudara Yusuf Berniat Buruk Kepada Yusuf Nabi Ya’qub ‘alaihissalam sangat sayang kepada Yusuf sehingga membuat saudara-saudaranya merasa iri dengannya. Mereka pun berkumpul untuk membuat makar kepadanya agar Yusuf dijauhkan dari ayahnya dan kasih sayang itu beralih kepada mereka. Salah seorang di antara mereka mengusulkan untuk membunuh Yusuf atau membuan...

Kajian Tafsir Surat Al Ghasyiyah - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, M.A.

Khutbah Jumat : 'Cerai' - Ustadz Dr. Firanda Andirja, LC, M.A.

Dauroh Sesi 2 - Dosa-Dosa Yang Tidak Disadari Kaum Wanita - Ustadz Dr. F...

Syarah Kitab Riyadush Shalihin 1 - Bab 1 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, L...

Amalan Dahsyat Di Hari Jum'at

Alhamdulillahi robbil ‘alamin. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. . Betapa banyak orang lalai dari amalan yang satu ini ketika malam Jum’at atau hari Jum’at, yaitu membaca surat Al Kahfi. Atau mungkin sebagian orang belum mengetahui amalan ini. Padahal membaca surat Al Kahfi adalah suatu yang dianjurkan (mustahab) di hari Jum’at karena pahala yang begitu besar sebagaimana berita yang dikabarkan oleh orang yang benar dan membawa ajaran yang benar yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits-hadits yang membicarakan hal ini kami bawakan sebagian pada posting yang singkat ini. Semoga bermanfaat. . Hadits pertama: . مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ . “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Ja...