Langsung ke konten utama

Mencari Bekal Sebelum Meninggal • Aulia Izzatunisa

GOLEK SANGU MATI

Seorang nenek tua renta mendatangi sebuah masjid. Dengan badan yang sudah bungkuk dan langkahnya yang pelan. Dia berjalan menuju masjid kampung itu. Saat itu waktu masih terang dan sore belum beranjak gelap. Bulan puasa itu seolah menjadi saksi bahwa nenek ini sangat bersemangat hadir di masjid sebelum anak-anak kecil datang untuk TPA dan buka puasa.

Nenek itu telah tiba sebelum para remaja dan pemuda datang untuk menyiapkan kegiatan sore hari di masjid itu. Nenek tua itu mengakrabi masjid dan mencerminkan keinginan kuat untuk bisa hadir shalat berjama‘ah di masjid. Dia rela untuk hadir sebelum sore tiba dan tetap menunggu datangnya shalat ‘Isya' dan Tarawih di masjid itu setelah jama‘ah shalat Maghrib usai.

Seorang nenek yang menyadari bahwa hidup ini adalah saat untuk membekali diri dengan amal shalih. Ketika bertemu seorang pemuda, sang nenek pun mengungkapkan sebuah kalimat berbahasa Jawa yang sangat membekas yang kurang lebih berbunyi, “Simbah iki lagi golek sangu mati…”. Artinya, “Nenek ini sedang mencari bekal untuk menyambut kematian…”.

Saudaraku yang dirahmati Allah, disadari atau tidak kita sering kali terjerumus dalam hal-hal yang merusak dan menghancurkan hidup kita sendiri. Kita tidak sesadar nenek tua itu. Kita tidak secerdas sang nenek. Kita sering lalai bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara dan fana. Akan ada kehidupan setelah kematian yang menuntut pertanggungjawaban.

Oleh sebab itu, sang nenek dengan nada polos dan penuh keimanan menyatakan bahwa apa yang dia lakukan adalah suatu hal yang sangat wajar; yaitu mempersiapkan diri dengan amal untuk menyambut kematian.

Bersyukurlah kepada Allah apabila pada saat ini Anda masih diberikan taufik untuk memeluk Islam; agama yang sempurna dan mengatur segala sudut kehidupan anak manusia. Agama yang menunjukkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat bagi pemeluknya.

Bersyukurlah Anda apabila ternyata hari ini Allah masih bukakan pintu taubat untuk Anda. Karena taubat tidak lagi diterima ketika nyawa sudah berada di tenggorokan. Bersyukurlah wahai saudaraku atas nikmat kesehatan dan waktu luang yang selama ini Allah curahkan kepadamu.

Dari Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhuma-, ia berkata bahwa Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua buah nikmat yang kebanyakan orang terpedaya karenanya; yaitu kesehatan dan waktu luang”.

(HR. Bukhari No. 6412)

Banyak orang yang tidak sadar bahwa sehat dan waktu luang adalah kesempatan emas untuk meraup pahala dan membekali diri dengan amal shalih dan ketaatan untuk mencari surga.

Banyak orang yang lalai dengan nikmat yang Allah berikan kepadanya sehingga waktu terbuang sia-sia dan kesehatan pun dia gunakan dalam hal-hal yang membuat Allah murka kepadanya.

Sungguh bijak perkataan Abu Hazim -rahimahullah-,

“Setiap nikmat yang tidak semakin menambah kedekatan diri kepada Allah, maka itu adalah malapetaka”.

Betapa banyak malapetaka hati yang kita ledakkan dan betapa sedikit rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Pantaslah jika Allah menyinggung di dalam kitab-Nya, bahwa ‘sangat sedikit di antara hamba-hamba-Ku yang pandai bersyukur…’. Sebab itulah kenyataan yang sebenarnya.

Setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian. Dan setiap insan akan menemui ajalnya, cepat atau lambat. Apabila telah tiba saatnya kematian tidak bisa ditunda ataupun diajukan walaupun hanya satu jam. Setiap yang akan datang itu adalah dekat, dan kematian itu pasti datang, maka kematian adalah dekat.

Begitu pula kiamat, kiamat sudah mendekat namun kita selalu terlena dan hanyut dalam kelalaian. Belumkah tiba saatnya bertaubat dan kembali ke jalan Allah?

www.al-mubarok.com
______________________
📌 Kita sama-sama peduli dengan dakwah utama dan prioritas, yaitu tauhid dan aqidah. Anda bisa ikut aktif, caranya ketika mendapatkan tulisan ini, bagikan kembali di sosial media yang Anda punya dan seterusnya sehingga dakwah tauhid tersebar.

______________________
♻ Silakan disebarluaskan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Kemuliaan Mati Syahid • Nasehat Islam

Disini saya mau menambahkan sedikit, kalau bom bunuh diri itu bukan termasuk mati syahid. Karena pelaku bom diri itu sudah pasti mati, dan biasanya banyak orang yang tak bersalah juga ikut meninggal. Haram hukumnya membunuh orang kafir yang tidak memerangi Islam. "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang mati syahid di sisi Allah mempunyai enam keutamaan;  dosanya akan diampuni sejak darahnya tertumpah di awal kali pertempuran, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dijaga dari siksa kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang besar saat dibangkitkan dari kubur, diberi mahkota kemuliaan yang satu permata darinya lebih baik dari dunia seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan diberi hak untuk memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari keluarganya." (HR. Tirmidzi) Semoga kita bisa mati syahid, karena mati syahid tidak hanya mati dalam berperang. Ada mati syahid karena tenggelam, terkena penyakit dll. Anas bin Malik ia berkata;...

Kisah Nenek Tua Yang Menjadi Gadis Perawan

Suatu hari ada seorang wanita tua menghampiri Rasulullah dan meminta Rasulullah mendoakannya supaya bisa masuk surga. Rasulullah kemudian menjawab bahwa di surga tidak akan ada orang tua seperti wanita itu. Mendengar ucapan Sang Panutan, nenek itu pun sangat sedih dan menangis. Karena merasa tidak dapat masuk ke dalam surga. . Melihat sang nenek menangis, Rasulullah justru tersenyum. Kemudian Rasul mengatakan bahwa orang tua seperti nenek itu memang tidak akan masuk surga karena di dalamnya semua orang yang tua akan diubah menjadi gadis-gadis perawan yang menawan. . Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Kabarilah dia bahwa surga tidaklah mungkin dimasuki dia sedangkan ia dalam keadaan tua. Karena Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqi’ah: 35-37). . (HR. Tirmidzi dalam Asy Syamail Muhammadiyah...

BAHAYA MENAHAN HARTA DARI SEDEKAH

Sedekah tidaklah mungkin mengurangi harta … Yakinlah! . Dari Asma’ binti Abi Bakr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padaku, . لاَ تُوكِي فَيُوكى عَلَيْكِ . Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rizki untukmu.” . Dalam riwayat lain disebutkan, . أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُ...

Doa Pagi & Sore Yang Diajarkan Rasulullah

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengajarkan doa kepada kami apabila di pagi hari: 'ASHBAHNAA 'ALAA FITHRATIL ISLAAM WAKALIMATIL IKHLAASH WA SUNNATI NABIYYINAA MUHAMMADIN SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM WA MILLATI ABIINAA IBRAAHIIM HANIIFAN MUSLIMAN WAMAA KAANA MINAL MUSYRIKIIN (Semoga kami di pagi ini dalam keadaan fitrah Islam (agama Islam), dalam kalimat yang ikhlas, dalam sunnah Nabi kami Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan dalam millah (agama) bapak kami Ibrahim yang lurus, dan dia bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah) '. Dan pada sore hari juga dengan doa seperti itu." (HR. Ahmad)

Kisah Mukjizat Rasulullah Menahan Matahari Tenggelam

Sahabat Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda . "Ada seorang nabi dari nabi-nabi terdahulu pergi berperang, dia berkata kepada kaumnya, ‘Janganlah ikut bersamaku untuk berperang seseorang yang telah menikahi wanita (beristri), bercita-cita membangun mahligai indahnya rumah tangga namun mereka belum merangkul tujuan mulia tersebut. Demikian pula seorang yang telah menancapkan tiang pondasi rumah, sedang dia belum menaikkan atapnya. . Serta seorang yang telah membeli kambing atau unta yang bunting, sedang dia tengah menunggu kelahiran anak untanya.’ Maka nabi tersebut pun berangkat berperang. Tatkala telah mendekat ke sebuah qoryah, desa yang dituju, waktu ashar pun menjelang. kemudian nabi tersebut berkata kepada matahari. ‘Wahai matahari, sesungguhnya engkau diperintah dan aku pun diperintah. Ya Allah, tahankanlah dia untuk perjuangan kami.’ Sesuatu yang keajaiban pu terjadi, matahari tertahan, sampai...

Resep Ayam Goreng Klasik • Marimasak

Ayam Goreng Klasik . Bahan - bahan : 1 ekor ayam 1 sachet saori saus tiram 1 ruas kunyit 1 ruas jahe Air secukupnya 1 sdt ketumbar 2 lembar daun salam 1 batang serai . . Cara membuat : 1. Cuci bersih ayam 2. Blender bumbu (ketumbar, bawang putih, kunyit &jahe)masukan ke ayam, diamkan 5 menit 3. Masak ayam dengan bumbu tambahkan air sedikit, masukan garam, saus tiram,& penyedap rasa 4. Tutup wajan, masak hingga bumbu menyerap 5. Panaskan minyak goreng, goreng ayam hingga kecoklatan . . *tips : ketika masak ayam bersama bumbu, jangan terlalu lama karna dapat membuat ayam menjadi lembek dan mudah hancur ketika digoreng . . #ayamgoreng #resepayam #resepayamgoreng #ayamgorengrumahan #sharingresep #belajarmasak #anekaresep

Menjaga Aurat Bagi Laki-laki

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Bahz bin Hakim telah menceritakan kepada kami Ayahku dari kakekku ia berkata; Aku bertanya; "Wahai Rasulullah, aurat mana sajakah yang yang harus kami tutup dan yang kami biarkan (terbuka)? beliau menjawab: "Jagalah auratmu kecuali kepada istrimu atau budak yang kamu miliki, " dia bertanya lagi; "Jika sesama lelaki?" beliau menjawab: "Jika kamu mampu supaya tidak terlihat oleh seorangpun, maka lakukanlah." Aku bertanya; "Jika seseorang sendirian?" beliau menjawab: "Allah lebih patut dimalui." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan, kakeknya Bahz namanya Mu'awiyah bin Haidah Al Qusyairi, dan Jurairi meriwayatkan dari Hakim bin Mu'awiyah, dia adalah ayahnya Bahz. HR. Tirmidzi

Ulama Pewaris Para Nabi • Fatwa NU

Ulama Pewaris Para Nabi • Fatwa NU Rasulullah saw bersabda ulama adalah pewaris para nabi. Di samping sebagai perantara antara diri-Nya dengan hamba-hamban-Nya, dengan rahmat dan pertolongan-Nya, Allah Swt juga menjadikan para ulama sebagai pewaris perbendaharaan ilmu agama, ilmu syari’at terus terpelihara kemurniannya sebagaimana awalnya. . Ibnu Rajab al-Hambali mengatakan bahwa asy-Sya’bi berkata “Tidak akan terjadi hari kiamat sampai ilmu menjadi satu bentuk kejahilan dan kejahilan itu merupakan suatu ilmu. Ini semua termasuk dari terbaliknya gambaran kebenaran (kenyataan) di akhir zaman dan terbaliknya semua urusan.” . Di dalam Shahih al-Hakim diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr secara marfu’ (riwayatnya sampai kepada Rasulullah saw “Sesungguhnya termasuk tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah direndahkannya para ulama dan diangkatnya orang jahat.” (Jami’ul Ulum wal Hikam, hlm. 60) . Ketika mendengar kabar ada ulama yang ...

Yuk Sedekah • Nasehat Islam

Yuk bersedekah.. Bisa juga disalurkan lewat Nasehat Islam, Insyaallah amanah. Allah SWT berfirman: مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ  كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّا...

Pertolongan Dan Janji Allah

Pertolongan Dan Janji Allah Jika punya masalah maka diselesaikan dengan sabar dan sholat, jika berbuat kebajikan maka kita akan memperoleh surga. Sebagaimana dalam Firman Allah di Alquran.. اَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ جَنّٰتُ الْمَأْوٰى ۖ  نُزُلًاۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan...