Langsung ke konten utama

Cara Rasul Memperlakukan Anaknya

BEGINILAH NABI MEMPERLAKUKAN ANAK-ANAK

Anda sering jengkel dengan anak?

Merasa kesal bahkan pusing dengan kelakuan mereka yang terkadang bandel dan tidak mau diam?

Ya, perasaan itu pasti pernah kita rasakan, karena faktanya, anak-anak tidak selalu lucu dan menggemaskan, tetapi juga terkadang membuat kita jengkel, sedih, bahkan marah.

Tak jarang, para orang tua kewalahan menghadapi tingkah polah anaknya.

Mendidik anak menjadi baik adalah hal yang tidak mudah dan membutuhkan kerja keras.

Allah menjanjikan pahala yang besar bagi orang tua yang berhasil mendidik anaknya menjadi anak yang sholih.

Di antaranya bahwa pahala anak sholih menjadi pahala yang tidak terputus bagi orang tuanya setelah ia mereka berdua meninggal dunia.

Mengingat betapa berharganya seorang anak dalam Islam, sangat tidak mungkin apabila tidak terdapat bimbingan yang lengkap dalam kitab dan sunnah dalam mentarbiyah mereka.

Salah satu bimbingan Islam dalam hal ini adalah perilaku Nabi  shalallahu alaihi wasallam terhadap anak-anak.

Bagaimanakah Nabi memperlakukan anak-anak pada masanya, sehingga tercetaklah generasi terbaik tiada bandingnya?

※ Dalam hadist Abu Hurairah, ia berkata : Kami pernah sholat Isya' bersama Rasulullah, dan ketika beliau sujud, naiklah Hasan dan Husein di atas punggung beliau.

Bila beliau mengangkat kepala, beliau menurunkan mereka berdua dengan perlahan dan meletakkan mereka di lantai.

Ketika beliau sujud, mereka naik lagi ke punggung beliau, hal itu berulang-ulang sampai selesai sholat, kemudian beliau meletakkan mereka di atas paha beliau.

※ Seorang shahabiyah, Ummu Kholid juga menceritakan masa kecilnya: Aku mendatangi Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersama ayahku dan aku memakai baju berwarna kuning.
Kemudian aku bermain-main cincin kenabian di punggung beliau, maka ayahku melarangku, tetapi Rasulullah berkata: biarkan saja, kemudian berdoa: "Semoga engkau panjang umur", sampai tiga kali.

✓Beginilah Rasulullah memahami kebutuhan anak-anak terhadap permainan dan senda gurau. Dan bukannya membatasi kesenangan mereka dan menuntut mereka bersikap seperti orang dewasa.

◆ Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam juga sering menggendong anak kecil.

※ Diriwayatkan bahwa beliau menggendong anak kecil sehingga ia kencing di pakaian beliau, maka beliau meminta air dan memerciki pakaiannya.

※ Dalam riwayat yang lain dikisahkan bahwa Nabi mencium Hasan Bin Ali radhiyallahu 'anhuma dan di sisinya ada Al Aqra' Bin Harits, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku memiliki 10 orang anak dan aku tidak pernah mencium mereka.

Maka Rasulullah pun memandangnya dan berkata:

من لا يَرحم لا يُرحم

"Siapa yang tidak menyayangi tidak akan disayang."

✓Beginilah Nabi mengasihi dan menunjukkan rasa cintanya pada anak-anak, bahkan memperingatkan orang yang tidak mau menunjukkan cintanya pada mereka

※ Kadang-kadang beliau shalallahu 'alaihi wa sallam memangku cucu beliau, Hasan Bin Ali dan Usamah Bin Zaid bersama-sama sambil memeluk mereka dan berkata: "Ya Allah sayangi mereka karena sesungguhnya aku menyayangi mereka".

※ Dalam riwayat Imam Ahmad, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam meletakkan tangannya di atas dada atau di antara kedua bahu Ibnu Abbas sembari berdoa: "Ya Allah, berilah ia pemahaman ilmu agama dan ajarilah ia tafsir".

✓Beginilah Nabi mendoakan anak-anak dengan kebaikan dan bukan sebaliknya mengucapkan kata-kata laknat untuk mereka.

◆ Beliau juga bermain dan berbincang-bincang dengan anak-anak, walaupun dalam dalam hal tampak sepele, sekedar untuk menyenangkan mereka.

※ Dari Anas radhiyallahu 'anhu ia berkata: "Sesungguhnya Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya.

Aku memiliki adik yang bernama Abu Umair dan ia memiliki seekor burung kecil yang sering ia mainkan. Maka apabila Rasulullah datang ke rumahku ia berkata pada adikku: "Ya Aba Umair, apa yang dilakukan nughair (burung kecil)?".

◆ Rasulullah juga mendudukkkan anak-anak seperti Abdullah Ibnu Abbas dan Abdullah Ibnu Umar dalam majelis para shahabat, mengajari dan berdiskusi bersama mereka dan seperti layaknya shahabat yang lain.

◆ Dan beliau membonceng Abdullah Ibnu Abbas di atas kendaraannya sambil menasehati dengan bahasa yang mudah dicerna dan penuh makna: "Wahai anak kecil, jagalah Allah niscaya ia akan menjagamu".

✓Beginilah Nabi menghargai dan menghormati seorang anak dan menumbuhkan kepercayaan diri mereka. Bukan sebaliknya, mengabaikan kehormatan dan keberadaan mereka, serta meremehkan mereka.

※ Berkata Umar bin Abi Salamah: "Aku adalah anak kecil di rumah Nabi, maka ketika makan, tanganku menjelajah di atas nampan. Maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku dengan lembut: "Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang dekat denganmu".

※ Berkata pula Anas Bin Malik: "Pernah suatu hari Rasulullah menyuruhku keluar untuk suatu kebutuhan. Maka aku berkata: "Demi Allah saya tidak mau pergi, padahal sebenarnya aku mau melakukan apa yang disuruh oleh Nabi."

Maka aku pun keluar, sampai aku melewati anak-anak yang sedang bermain di pasar, maka Rasulullah (mencariku dan) memegang bajuku dari belakang.

Maka ketika aku menoleh, kulihat beliau tertawa sambil berkata: "Ya Unais, apa kamu pergi seperti yang aku suruh?" Aku menjawab: "Iya wahai Rasulullah."

Sungguh demi Allah, aku telah melayani beliau selama 9 tahun, dan aku tidak pernah melihat beliau berkata terhadap apa-apa yang aku kerjakan: "Kenapa kamu melakukan itu?" atau terhadap sesuatu yang tidak aku kerjakan "Mengapa kamu tidak melakukan itu ?" (tidak memarahi).

✓Beginilah Nabi bersikap sabar terhadap kenakalan dan kekurangan adab anak-anak, menasehati mereka tanpa teriakan, celaan, apalagi kekerasan.

Ada pula riwayat yang tak kalah mengagumkan.

※ Dalam suatu majelis Rasulullah, duduk di sebelah kanan beliau seorang anak kecil sedangkan di kiri beliau orang dewasa.

Maka ketika beliau shalallahu alaihi wa sallam hendak memberi minum (karena kebiasaan Rasulullah selalu memulai dari kanan beliau), Rasulullah berkata pada anak itu: "Wahai anak kecil, apakah kamu memberi izin untuk memulai dari orang yang lebih tua?"

Maka anak itu menjawab: "Demi Allah, saya tidak mau bagianku diambil seorang pun. Maka Rasulullah pun memberikan haknya.

✓Beginilah Rasulullah menghormati hak setiap orang, walaupun ia seorang anak kecil, meminta izinnya, dan tidak menyia-nyiakannya.

✓Beginilah kasih sayang dan perhatian beliau terhadap anak-anak, padahal beliau adalah orang yang paling mulia, paling sibuk, memiliki kedudukan paling tinggi, tetapi beliau:

• Tetap meluangkan waktu untuk memperhatikan pendidikan dan memelihara kedekatan dengan anak-anak.

• Menunjukkan cinta dan penghormatan.

• Serta mengajarkan kepada orang dewasa bahwa anak-anak sangat butuh kelemah lembutan dan kesabaran.

Maka, akankah kita meneladani beliau dalam hal ini?

💢 Silakan Disebarkan

__________________________

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kok Banyak Larangan Ya Dalam Islam • Aulia Izzatunisa

Kok Banyak Larangan Ya Dalam Islam • Aulia Izzatunisa ~ "KAGET ..." Kaget..setelah sekian lama mengenal islam kok ternyata ini ga boleh.. Kaget...setelah sekian lama mengenal islam kok ternyata ini diharamkan. * Hati bergejolak..emosi ga karuan..Tapi setelah dibaca baca lagi kok hadisnya sohih.. Seakan akan seperti mimpi..berkali kali memastikan..bertanya pada diri sendiri..ah apa iyaa begini? Ah apa iya begitu? Kenapa ini itu diharamkan...? Wajarrrr...hal itu wajar saja kawan.. Kita sudah terbiasa melihat yang biasa orang lakukan..sudah hal biasa melihat pemandangan yg justru menurut kita tidak dosa..tapi TERNYATA DOSA DIMATA ALLOH.. Lalu kita berdalih..lah itu ajaa di tv pada begitu..lah itu mereka smua begitu kok gapapa.. AYO DICARI ILMUNYA.. jangan sampe kita udah banyak mencela ternyata malu sendiri..islam ini bukan milik si fulan dan si fulan..islam ini MILIK ALLAH, ada halal ada haram.. patokan kebenaran liat dulu apakah sesuai sama yg Rasulullah Shallallohu A'laih...

Persiapan Mati

KAPAN ANDA MATI…? . Oleh : Ustadz Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى . Sobat, apa sikap anda bila secara mendadak mendapat pertanyaan seperti di atas? Terlebih bila yang bertanya adalah orang yang tidak anda kenal? . Anda marah? Anda tesinggung? Atau anda menduga bahwa penanya menginginkan kematian untuk anda.? . Tenang sobat! Anda marah atau tidak, tetap saja anda pasti mati, cepat atau lambat tetap saja mati. Namun sadarkah anda bahwa kematian anda telah ada saatnya? Tidak dapat disegerakan dan tidak pula dapat ditunda walau hanya sesaat? Allah Ta’ala berfirman: . وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَ...

Kisah Zubair bin Awwam

Zubair bin Awwam Ketika Zubair bin Awwam sedang berada di rumahnya di Makkah, tiba-tiba dia mendengar suara teriakan yang berbunyi, “Muhammad bin ‘Abdullah telah terbunuh!” Mendengar itu, Zubair pun keluar dalam keadaan telanjang dan tidak mengenakan sesuatu pun yang menutupi tubuhnya. Dia keluar sambil memegang pedangnya guna mencari orang yang telah membunuh Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena dia ingin membunuh orang tersebut. Namun betapa bahagia hatinya tatkala dia menemukan Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam masih dalam keadaan hidup dan tidak terluka sedikitpun Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam pun merasa heran dengan kondisi Zubair yang telanjang itu, maka beliau bertanya, “Ada apa denganmu, wahai Zubair?” Zubair menjawab, “Wahai Rasulullah , tadi aku mendengar berita bahwa engkau telah terbunuh.” Sembari tersenyum Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Lalu apa yang akan kamu perbuat, wahai Zubair ?” Zubair menjawab...

Kisah Pernikahan Sahabat Nabi

Pernikahan Sahabat Nabi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nasihat berharga kepada segenap pemuda, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, ia berkata, “Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai kelompok pemuda yang tidak mempunyai apa-apa.” Beliau bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ, فَإِنَّهُ أغَضُّ لِلْبَصَرِ,وَأَحْصنُ لِلْفَرْجِ,وَمَنْ لَمْ يَسَتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِا لصَّوْ مِ, فَإِ نَّهُ لَهُ وِ جَاءٌ “Wahai sekalian pemuda, barang siapa di antara kalian yang telah mampu maka menikahlah, karena menikah lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu maka hendaknya ia berpuasa sebab puasa bisa menjadi perisai baginya.” (H.r. Bukhari, no. 5066; Muslim, no. 1400) Karena itu, para pemuda tersebut segera menunaikan wasiat Rasulullah, betapapun kondisi sulit yang tengah mereka hadapi. Kitab-kita sirah menceritakan untuk kita contoh-contoh pernikahan dini me...

Cara Meruqyah Diri Sendiri

Assalamu'alaykum #Lovalila Alila coba jawab yaa pertanyaan ini gimana caranya Rukqyah diri sendiri? . Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya meruqyah termasuk amalan yang utama. Meruqyah termasuk kebiasaan para nabi dan orang-orang shalih. Para nabi dan orang shalih senantiasa menangkis setan-setan dari anak Adam dengan apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya . Bismillah kenapa sih harus Ruqyah?  Ruqyah adalah sebuah pelindungan untuk melindungi orang yang terkena penyakit, hal yang perlu kita ketahui bahwa jika diri ini males-malesan, sering emosian, gelisah and sering melakukan hal-hal yang aneh, maka segeralah bertaubat dan meruqiyah diri . Cara yang Alila sering lakukan adalah 1. mensucikan diri terlebih dahulu setelah itu, banyak-banyak beristighfar, membaca Al-Quran dan yang di anjurkan . 2. Baca Al - Fatihah 1x ditiupkan ke telapak tangan 3. Baca Ayat Kursi 1x ditiupkan lagi ke telapak tangan  4. (QS. Al Baqarah: 255) 5. Baca Ayat Kurs...

Infak Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu

Al-Hakim meriwayatkan dari Abdurrahman bin Samurah radhiallahu ‘anhu berkata, “Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa seribu dinar ketika mempersiapkan pasukan al-‘Usrah (pasukan perang Tabuk ketika masa sulit) lalu Utsman meletakkan seluruh dinar itu di pangkuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abdurrahman berkata, ‘Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membalikkannya seraya bersabda, مَا ضَرَّ عُثْمَانَ مَا عَمِلَ بَعْدَ هذَا اْليَوْمِ ‘Tidaklah akan membahayakan Utsman apapun yang dilakukannya setelah hari ini.’ Beliau mengatakannya beberapa kali.” (Dikeluarkan oleh al-Hakim, dan berkata, “Shahih isnad-nya, namun tidak dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, dan disetujui oleh adz-Dzahabi.”). Pada suatu riwayat lain Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, غَفَرَ اللهُ لَكَ يَا عُثْمَانُ مَا أَسْرَرْتَ وَمَا أَعْلَنْتَ وَمَا أَخْفَيْتَ وَمَا هُوَ كَائِنٌ إِلىَ أَنْ تَقُوْمَ السَّاعَةُ “Semoga Allah mengam...

Hukum Ngupil Ditempat Umum

#Bismillah 🌿🌿 Hukum Ngupil Di Tempat Umum 🌿🌿 📌 Ahmad Anshori  Kemarin lusa ➡ Mhn penjelasanny terkait hukum ngupil di tempat umum. Jawaban : Bismillah, wassholaatu was salam ‘ala rasulillah, waba’du. Pada dasarnya, mengupil adalah kegiatan yang hukumnya mubah. Hanya saja akan menjadi masalah, ketika mengupil di lakukan di khalayak umum, atau cukup di hadapan orang lain. Karena ada hak orang lain yang terusik oleh perbuatan itu, yaitu menyebabkan orang yang melihatnya merasa jijik. Di sini, kita menemukan suatu sifat yang dapat membantu untuk mengetahui hukum mengupil di depan umum atau di hadapan orang lain, yaitu membuat jiwa merasa jijik (tu’afih al-anfus). Beberapa hadis menerangkan larangan melakukan tindakan yang dapat menyebabkan jijik. Diantaranya, hadis tentang larangan buang air kecil di air yang menggenang. Nabi shallallahualaihi wa sallam bersabda, لا يَبُول...

Kisah Kemenangan Nabi Musa dan Kebinasaan Firaun di Hari Asyura

Ketika penduduk Mesir semakin fanatik dengan kekufuran mereka. Permusuhan dan pengingkaran mereka terhadap Rasulullah Musa ﷺ kian mengobarkan hasrat untuk membunuh dan menindas utusan Allah dan orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengikuti raja mereka yang zhalim, Firaun. Saat itulah Allah tegakkan hujjah-Nya membinasakan mereka semua. Mereka telah menyaksikan tanda-tanda dan kejadian-kejadian yang di luar nalar. Kejadian yang keluar dari proses alamiahnya. Dan membuat akal terheran-heran. Tapi mereka tetap tak mau berhenti, tak mau memahami, dan tak mau kembali kepada Allah ﷻ. Dengan kekuasaan dan kesewenang-wenangannya, Firaun berhasil menekan rakyatnya untuk mengingkari kebenaran yang dibawa Nabi Musa. فَمَا آمَنَ لِمُوسَى إِلاَّ ذُرِّيَّةٌ مِّن قَوْمِهِ عَلَى خَوْفٍ مِّن فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَن يَفْتِنَهُمْ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ “Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan...

Pasukan Pengintai

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad An Nufaili, telah menceritakan kepada kami Zuhair, telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq, ia berkata; saya mendengar Al Bara` bercerita; ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menunjuk Abdullah bin Jubair sebagai pemimpin para pemanah pada saat perang Uhud, dan jumlah mereka adalah lima puluh orang. Beliau bersabda: "Apabila kalian melihat kami disambar burung, maka janganlah kalian meninggalkan tempat kalian ini hingga aku mengirimkan utusan kepada kalian. Dan apabila kalian melihat kami telah mengalahkan musuh dan kami memukul mereka, maka janganlah kalian meninggalkan tempat hingga aku mengirim utusan kepada kalian." Kemudian Allah mengalahkan mereka. Al Bara` berkata; demi Allah aku melihat para wanita menaiki gunung. Kemudian para sahabat Abdullah bin Jubair berkata; rampasan perang wahai kaum! Para sahabat kalian telah mendapat kemenangan, maka apa yang kalian tunggu? Kemudian Abdullah bin Jubair ...

Nafsu Syahwat Yang Disukai Nabi Dan Ulama • Aulia Izzatunisa

# Syahwat Yang Disukai Para Nabi Dan Ulama Yaitu syahwat yang halal, jima' dengan istri yang halal. Ini membuat pikiran sehat dan tenang, badan menjadi fresh dan lebih segar. Semoga para jomblo segera bisa mendapatkan jodoh dan dimudahkan, bisa mendapatkan "surga dunia yang halal" Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata, اعلم أن شهوة الجماع شهوة أحبها الأنبياء و الصالحون, قالوا لما فيها من المصا لح الدينية و الدنيوية, و من غض البصر, و كسر ...