Langsung ke konten utama

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

Riwayat Hadits Dari Abu Hurairah

1. dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Imam sebagai penjamin sedangkan mu'adzin sebagai orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah para mu'adzin." Abu Isa berkata; "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Sahl bin Sa'd dan Uqbah bin 'Amir." Abu Isa berkata; "Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Sufyan Ats Tsauri dan Hafsh bin Ghiyats dan beberapa orang dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." Asbath bin Muhammad juga meriwayatkan dari Al A'masy, ia berkata; "Aku pernah dibacakan sebuah hadits dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Nafi' bin Sulaiman meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Abu Shalih dari ayahnya dari 'Aisyah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Abu Isa berkata; "Aku mendengar Abu Zur'ah berkata; "Hadits Abu Shalih dari Abu Hurairah lebih shahih dari hadits Abu Shalih yang diriwayatkan dari 'Aisyah." Abu Isa berkata; "Aku mendengar Muhammad berkata; "Hadits Abu Shalih dari 'Aisyah derajatnya lebih shahih." Dan ia juga menyebutkan dari Ali bin Al Madini, bahwasanya ia tidak pernah menetapkan (shahih) hadits riwayat Abu Shalih dari Abu Hurairah, dan hadits Abu Shalih dari 'Aisyah tentang permasalahan ini."

- Hadits Tirmidzi


2. dari Abu Hurairah para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah kami akan melihat Tuhan kami pada hari kiamat nanti? ' Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam lantas bersabda: "Apakah kalian kesulitan melihat bulan ketika malam purnama?" "Tidak", Jawab para sahabat. Rasulullah bertanya lagi: "Apakah kalian kesulitan melihat matahari ketika tidak ada mendung?" Para sahabat menjawab, "Tidak ya Rasulullah." Nabi bersabda: "Sesungguhnya kalian akan melihat-Nya demikian pula Allah akan mengumpulkan manusia pada hari kiamat dan berfirman: 'Barangsiapa menyembah sesuatu, hendaklah ia mengikuti yang disembahnya.' Maka siapa yang menyembah matahari, ia mengikuti matahari, siapa yang menyembah bulan, ia ikuti bulan, siapa yang menyembah thaghut, ia ikuti thaghut, dan tersisalah dari umat ini orang penolongnya atau justru orang-orang munafiknya -Ibrahim ragu kepastian redaksinya-. Lantas Allah menemui mereka dan berkata, "Aku Tuhan kalian." Lantas mereka menjawab, "Ini adalah tempat tinggal kami sehingga Tuhan kami mendatangi kami, jika Tuhan kami menemui kami, niscaya kami mengenalnya." Allah kemudian menemui mereka dengan bentuk yang mereka kenal, Allah lalu berfirman: "Aku Tuhan kalian." Lantas mereka katakan, "Engkau memang Tuhan kami." Mereka pun mengikuti-Nya. Titian (jembatan) lantas dipasang antara dua tepi jahanam dan aku dan umatkulah yang pertama-tama menyeberangimnya. Tak ada yang berani bicara ketika itu selain para rasul, sedang seruan para rasul ketika itu yang ada hanyalah 'Allaahumma sallim sallim (Ya Allah, selamatkan kami. Ya Allah, selamatkan kami) '. Sedang di neraka jahannam terdapat besi-besi pengait seperti duri pohon berduri yang namanya Sa'dan. Bukankah kalian sudah tahu pohon berduri Sa'dan?" Para sahabat menjawab, "Benar, wahai Rasulullah." Nabi meneruskan: "Sungguh pohon itu semisal pohon berduri Sa'dan, hanya tidak ada yang tahu kadar besarnya selain Allah semata. Pohon itu menculik siapa saja sesuai kadar amal mereka, ada diantara mereka yang celaka dengan sisa amalnya atau terikat dengan amalnya, diantara mereka ada yang binasa yang langgeng dengan amalnya atau terikat dengan amalnya, diantara mereka ada yang diseberangkan. Atau dengan redaksi semisal-. Kemudian Allah menampakkan diri, hingga jika Allah selesai memutuskan nasib hamba-Nya dan ingin mengeluarkan penghuni neraka karena rahmat-Nya, Ia perintahkan malaikat untuk mengeluarkan penghuni neraka siapa saja yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, yaitu diantara mereka yang Dia masih ingin merahmatinya, diantara yang bersyahadat bahwasanya tiada sesembahan yang hak selain Allah, sehingga malaikat mengenal mereka di neraka dari bekas-bekas sujud, sebab neraka memangsa anak adam selain bekas-bekas sujud. Allah mengharamkan neraka memangsa bekas-bekas sujud, sehingga mereka keluar dari neraka dengan badan yang hangus terbakar, mereka kemudian disiram dengan air kehidupan sehingga tumbuh dibawahnya sebagaimana biji-bijian tumbuh dalam aliran sungai, kemudian Allah selesai memutuskan hamba-hamba-Nya dan tersisa diantara mereka seseorang yang menghadapkan wajahnya ke neraka, dan dialah mantan penghuni neraka yang terakhir kali masuk surga, kecuali ia berdoa, 'Ya Tuhan, palingkanlah wajahku dari neraka, sebab baunya saja sudah cukup menggangguku dan jilatan apinya telah membakarku.' Orang itu kemudian memohon kepada Allah sekehendaknya untuk berdoa, kemudian Allah berfirman: 'Kalaulah Aku memenuhi permintaanmu, jangan-jangan engkau nanti meminta harapan lain! Ia menjawab, 'Tidak, demi kemuliaan-Mu, saya tidak akan meminta selainnya.' Dan Tuhannya pun mengambil janji dan ikrar sekehendak-Nya lalu memalingkan wajahnya dari neraka. Namun kemudian ia menghadap surga dan melihat keindahan surga, ia pun lantas terdiam beberapa saat dan memohon, 'Ya Allah, jadikanlah aku berada di pintu surga.' Allah bertanya: 'Bukankah engkau telah menyerahkan janjimu dan ikrarmu untuk tidak meminta-Ku selama-lamanya selain yang telah Aku berikan. Hai engkau Anak Adam, alangkah senangnya engkau berkhianat.' Namun hamba itu tetap saja memohon, 'Ya Tuhanku, ' dan ia terus memohon Allah hingga Allah bertanya: 'Kalaulah Aku memberimu apa yang kau minta sekarang, jangan-jangan engkau minta lagi dengan permintaan lain.' Ia menjawab, 'Tidak, demi kemuliaan-Mu, saya tidak akan meminta-Mu lagi dengan permintaan lain.' Lantas orang itu menyerahkan janji dan ikrarnya sehingga Allah mengajukan ke pintu surga. Namun ketika hamba itu telah berdiri ke pintu surga, surga terbuka baginya sehingga ia melihat kesenangan hidup dan kegembiraan di dalamnya sehingga ia terdiam sekehendak Allah ia diam. Kemudian ia memohon, 'Ya Tuhanku, masukkanlah aku dalam surga, maka Allah mengatakan, 'Hai, bukankah telah engkau serahkan janjimu untuk tidak meminta yang lain selain yang telah Aku berikan, wahai Anak Adam, alangkah cepatnya engkau berkhianat.' Maka si hamba tadi memohon, 'Ya Tuhanku, jangan aku menjadi hamba-Mu yang paling sengsara, ' si hamba itu terus tiada henti memohon hingga Allah tertawa. Dan jika Allah telah tertawa kepada seorang hamba, Allah musti berkata kepadanya 'Masuklah kamu ke surga.' Jika si hamba telah memasukinya, Allah berkata kepadanya: 'Tolong buatlah impian'. Maka si hamba meminta Tuhannya dan membuat impian-impian, hingga Allah mengingatkannya dengan berfirman sedemikian-sedemikian hingga impian si hamba sudah sampai puncaknya, Allah berfirman kepadanya: 'Itu semua untukku, dan ditambah seperti itu pula.' 'Atha' bin Yazid berkata, " Abu Sa'id alkhudzri bersama Abu Hurairah tidak mengembalikan sedikitpun hadisnya, hingga jika Abu Hurairah telah menceritakan bahwa Allah berfirman 'dan bagimu semisalnya', Abu Sa'id Al Khudzri berkata 'dan sepuluh semisalnya bersamanya' wahai Abu Hurairah? ' Abu Hurairah berkata, 'Saya tidak hapal selain ucapannya itu 'bagimu dan semisalnya'. Abu Sa'id Al Khudzri berkata lagi, "Saya bersaksi bahwa saya menghapalnya dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, yaitu redaksi 'Dan bagimu sepuluh semisalnya'. Abu Hurairah berkata, 'Itulah manusia terakhir kali masuk surga.'

- Hadits Bukhari

3. Abu Hurairah pernah mengatakan; "Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, aku pernah menempelkan lambungku di atas tanah karena rasa lapar, aku juga pernah mengikatkan beberapa batu diperutku karena rasa lapar. Pada suatu hari aku pernah duduk di jalan yang biasa para sahabat lewati, kemudian lewatlah Abu Bakar, lalu aku bertanya kepadanya tentang ayat dari kitabullah, dan aku tidaklah menanyakannya kecuali hanya agar ia menjamuku namun ia tidak melakukannya. Setelah itu lewatlah Umar, kemudian aku bertanya kepadanya tentang suatu ayat di kitabullah, tidaklah aku bertanya kepadanya kecuali hanya agar ia menjamuku namun ia tidak melakukannya. Setelah itu lewatlah Abul Qasim shallallahu 'alaihi wasallam, ketika melihatku beliau tersenyum dan mengetahui apa yang tergambar dari wajah dan hatiku, beliau lalu bersabda: 'Wahai Abu Hurairah? ' Aku menjawab; 'Aku penuhi panggilanmu wahai wahai Rasulullah.' Beliau bersabda: 'Ikutlah.' Lalu aku mengikuti beliau, aku lalu minta izin untuk masuk dan beliau mengizinkanku, ternyata aku mendapatkan susu di dalam mangkok, beliau bersabda: 'Dari mana kalian mendapatkan susu ini? ' Orang-orang rumah menjawab; 'Fulan atau fulanah menghadiahkannya kepada anda.' Beliau bersabda: 'Wahai Abu Hurairah! ' Aku menjawab; 'Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah.' Beliau bersabda: 'Temuilah ahli suffah (para sahabat yang tinggal di pelataran masjid) dan ajaklah mereka kemari.' Abu Hurairah berkata; 'Ahli Suffah adalah para tamu kaum muslimin, mereka tidak tinggal bersama keluarga dan tidak memiliki harta, jika Nabi mendapatkan hasil dari sedekah, maka beliau tidak akan memakannya dan akan mengirimnya kepada ahli suffah, dan apabila beliau diberi hadiyah, maka mereka akan mendapatkan bagian dan kadang beliau mengirim sebagiannya untuk mereka.' Lalu aku berkata; 'Hal itu membuatku sedih, lalu aku berkata (dalam hati); 'Apa perlunya ahli suffah dengan susu tersebut, karena akulah yang berhak daripada mereka, aku berharap dapat minum seteguk susu sekedar bisa bertahan dari sisa waktuku, apabila ada kaum yang datang maka akulah yang menyuguhi mereka, (kataku selanjutnya). Apalah artinya susu yang tersisa jika bukan untuk suatu ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, lalu aku pergi dan mengundang mereka, mereka akhirnya datang dan meminta izin, beliau kemudian mengizinkan, sehingga mereka pun mengambil posisi tempat duduk mereka masing-masing, beliau bersabda: 'Hai Abu Hurairah.' Aku menjawab; 'Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah.' Beliau bersabda: 'Ambil dan berikanlah kepada mereka.' Akupun mengambil mengkok tersebut dan memberikannya kepada seorang laki-laki, maka laki-laki itu meminumnya hingga kenyang, setelah itu ia mengembalikannya kepadaku, kemudian aku berikan kepada yang lain, dan ia pun minum hingga kenyang kemudian ia mengembalikan mangkok tersebut kepadaku hingga aku kembalikan mangkok itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, sehingga mereka semua sudah merasa kenyang. Beliau kemudian mengambil mangkok itu dan menaruhnya di tangan, lalu beliau melihatku sembari tersenyum, beliau bersabda: 'Wahai Abu Hurairah! ' Aku menjawab; 'Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah.' Beliau bersabda: 'Sekarang tinggal aku dan kamu.' Aku menjawab; 'Benar wahai Rasulullah.' Beliau bersabda: 'Duduk dan minumlah.' Lalu aku duduk dan meminumnya, beliau bersabda kepadaku; 'Minumlah.' Lalu aku minum lagi dan beliau terus menyuruhku untuk minum, hingga aku berkata; 'Tidak, demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, aku sudah tidak sanggup lagi.' Beliau bersabda: 'Berikan bejana itu.' Aku lalu memberikannya kepada beliau, setelah memuji Allah dan menyebut nama-Nya beliau akhirnya meminum sisanya."

- Hadits Bukhari 

4. dari Abu Hurairah dia berkata, "Suatu delegasi datang kepada Mu'awiyah di bulan Ramadan, oleh karena itu sebagian kami sibuk membuat makanan untuk sebagian yang lain, di antaranya terdapat Abu Hurairah yang sering mengajak kami ke tempatnya (rumahnya), lalu aku berkata kepadanya, "Tidak layakkah jika aku membuat makanan lalu aku undang mereka untuk makan-makan di rumahku?" lalu aku menyuruh (keluargaku) untuk membuatkan makanan." Di petang harinya, aku menemui Abu Hurairah, kukatakan padanya, "Sekarang makan malam di rumahku." Abu Hurairah menjawab, "Kamu telah mendahuluiku." Aku berkata; "Ya, aku mendahuluimu, dan juga mengundang mereka semua." Setelah itu, Abu Hurairah berkata; "Sukakah jika aku ceritakan kepada kalian suatu peristiwa mengenai diri kalian wahai orang-orang Anshar?" kemudian dia menyebutkan seputar penaklukan kota Makkah, katanya, "Saat itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berangkat hingga beliau tiba di Makkah. Lantas beliau mengangkat Zubair mengepalai satu sayap (pasukan), Khalid pada sayap yang lain, dan mengangkat Abu 'Ubaidah mengepalai pasukan yang tidak mengenakan baju besi. Mereka masuk ke dalam lembah, sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam satu regu." Abu Hurairah berkata, "Lalu beliau melihatku seraya bersabda: "Wahai Abu Hurairah." Jawabku, "Ya wahai Rasulullah!." Beliau bersabda: "Jangan perbolehkan orang-orang mendekat kepadaku selain orang-orang Anshar." -beliau menambahkan- "Kecuali Syaiban." Beliau melanjutkan: "Suruh orang-orang Anshar mendekat kepadaku." Abu Hurairah melanjutkan, "Mereka segera berkumpul di sekeliling beliau, sedangkan orang-orang Quraisy juga telah menyusun barisan dalam beberapa pasukan. Kata orang-orang Quraisy, "Biarkan mereka mendahului kita, jika mereka beruntung, maka kita sama-sama dengan mereka, namun jika mereka membahayakan, maka kita berikan kepada mereka apa yang dimintanya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kalian lihatlah pasukan Quraisy dan pengikut-pengikut mereka!" kemudian beliau memberi isyarat dengan kedua tangannya, yang satu di atas yang lain (maksudnya supaya waspada dan saling melindungi), kemudian beliau bersabda lagi: "Sampai berjumpa di Shaffa." Abu Hurairah berkata, "Kami terus berjalan, dan tidak seorang pun di antara kami yang membunuh, kecuali jika seorang Quraisy itu membunuh." Ternyata tidak ada perlawanan yang ditujukan kepada kami. Kemudian Abu Sufyan datang sembari berkata, "Wahai Rasulullah, jikalau orang-orang Quraisy dibunuhi, maka tidak akan ada lagi orang-orang Quraisy sesudah ini." (artinya; orang-orang Quraisy menyerah kalah tanpa pertumpahan darah), maka beliau bersabda: "Siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan, dia akan aman." Maka orang-orang Anshar berkata sesama mereka, "Agaknya laki-laki ini, telah dipengaruhi perasaan rindu kepada kampung halamannya sehingga timbul rasa kasih terhadap sanak familinya." Abu Hurairah berkata, "Ketika itu wahyu turun. Kalau wahyu turun, tidak seorang pun dari kami yang memandang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hingga wahyu selesai turun. Ketika wahyu selesai turun, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai kaum Anshar!" Mereka menjawab, "Kami wahai Rasulullah?" beliau bersabda: "Kaliankah yang berkata bahwa laki-laki ini, agaknya telah dipengaruhi perasaan rindu dengan kampung halamanya?" mereka menjawab, "Batul" Beliau bersabda: "Sekali-kali tidak, aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku telah hijrah kepada Allah dan kepada kalian semua, hijdup dan matiku juga bersama kalian." Setelah mendengar itu mereka datang menghampiri beliau sambil menagis dan berkata, "Demi Allah, kami tidak mengatakan seperti itu melainkan kami iri dengan Allah dan Rasul-Nya." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya membenarkan pengakuan kalian semua dan memaafkan kalian." Abu Hurairah berkata, "Kemudian orang-orang (penduduk Makkah) berdatangan ke rumah Abu Sufyan, dan mereka menutup pintu rumah mereka. Lantas Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berjalan hingga tiba di Hajar Aswad dan menciumnya, setelah itu beliau thawaf mengelilingi Ka'bah. Abu Hurairah berkata, "Beliau juga mendatangi berhala sesembahan orang-orang Quraisy yang terletak di sekitar Ka'bah, lalu beliau tusuk matanya dengan busur panah yang ada di tangan beliau sambil bersabda: "Telah datang kebenaran, dan lenyaplah kebatilan." Setelah selesai thawaf, beliau menuju bukit shafa lalu naik ke puncaknya. Sesampainya di atas, beliau memandang ke Ka'bah, kemudian beliau mengangkat kedua tangannya sambil memuji Allah dan berdo'a dengan do'a yang beliau kehendaki." Dan telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Hasyim telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Al Mughirah dengan isnad seperti ini, dan dalam haditsnya ia menambahkan, "kemudian beliau mengisyaratkan dengan kedua tangannya, yang satu dengan yang lainnya saling mempererat (melindungi)." Dan dia menyebutkan dalam haditsnya, "Mereka berkata, "Memang kami telah mengatakan seperti itu wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Lupakah kalian siapakah aku, sekali-kali tidak, sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya."

- Hadits Muslim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kok Banyak Larangan Ya Dalam Islam • Aulia Izzatunisa

Kok Banyak Larangan Ya Dalam Islam • Aulia Izzatunisa ~ "KAGET ..." Kaget..setelah sekian lama mengenal islam kok ternyata ini ga boleh.. Kaget...setelah sekian lama mengenal islam kok ternyata ini diharamkan. * Hati bergejolak..emosi ga karuan..Tapi setelah dibaca baca lagi kok hadisnya sohih.. Seakan akan seperti mimpi..berkali kali memastikan..bertanya pada diri sendiri..ah apa iyaa begini? Ah apa iya begitu? Kenapa ini itu diharamkan...? Wajarrrr...hal itu wajar saja kawan.. Kita sudah terbiasa melihat yang biasa orang lakukan..sudah hal biasa melihat pemandangan yg justru menurut kita tidak dosa..tapi TERNYATA DOSA DIMATA ALLOH.. Lalu kita berdalih..lah itu ajaa di tv pada begitu..lah itu mereka smua begitu kok gapapa.. AYO DICARI ILMUNYA.. jangan sampe kita udah banyak mencela ternyata malu sendiri..islam ini bukan milik si fulan dan si fulan..islam ini MILIK ALLAH, ada halal ada haram.. patokan kebenaran liat dulu apakah sesuai sama yg Rasulullah Shallallohu A'laih...

Persiapan Mati

KAPAN ANDA MATI…? . Oleh : Ustadz Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى . Sobat, apa sikap anda bila secara mendadak mendapat pertanyaan seperti di atas? Terlebih bila yang bertanya adalah orang yang tidak anda kenal? . Anda marah? Anda tesinggung? Atau anda menduga bahwa penanya menginginkan kematian untuk anda.? . Tenang sobat! Anda marah atau tidak, tetap saja anda pasti mati, cepat atau lambat tetap saja mati. Namun sadarkah anda bahwa kematian anda telah ada saatnya? Tidak dapat disegerakan dan tidak pula dapat ditunda walau hanya sesaat? Allah Ta’ala berfirman: . وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَ...

Kisah Zubair bin Awwam

Zubair bin Awwam Ketika Zubair bin Awwam sedang berada di rumahnya di Makkah, tiba-tiba dia mendengar suara teriakan yang berbunyi, “Muhammad bin ‘Abdullah telah terbunuh!” Mendengar itu, Zubair pun keluar dalam keadaan telanjang dan tidak mengenakan sesuatu pun yang menutupi tubuhnya. Dia keluar sambil memegang pedangnya guna mencari orang yang telah membunuh Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena dia ingin membunuh orang tersebut. Namun betapa bahagia hatinya tatkala dia menemukan Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam masih dalam keadaan hidup dan tidak terluka sedikitpun Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam pun merasa heran dengan kondisi Zubair yang telanjang itu, maka beliau bertanya, “Ada apa denganmu, wahai Zubair?” Zubair menjawab, “Wahai Rasulullah , tadi aku mendengar berita bahwa engkau telah terbunuh.” Sembari tersenyum Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Lalu apa yang akan kamu perbuat, wahai Zubair ?” Zubair menjawab...

Kisah Pernikahan Sahabat Nabi

Pernikahan Sahabat Nabi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nasihat berharga kepada segenap pemuda, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, ia berkata, “Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai kelompok pemuda yang tidak mempunyai apa-apa.” Beliau bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ, فَإِنَّهُ أغَضُّ لِلْبَصَرِ,وَأَحْصنُ لِلْفَرْجِ,وَمَنْ لَمْ يَسَتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِا لصَّوْ مِ, فَإِ نَّهُ لَهُ وِ جَاءٌ “Wahai sekalian pemuda, barang siapa di antara kalian yang telah mampu maka menikahlah, karena menikah lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu maka hendaknya ia berpuasa sebab puasa bisa menjadi perisai baginya.” (H.r. Bukhari, no. 5066; Muslim, no. 1400) Karena itu, para pemuda tersebut segera menunaikan wasiat Rasulullah, betapapun kondisi sulit yang tengah mereka hadapi. Kitab-kita sirah menceritakan untuk kita contoh-contoh pernikahan dini me...

Cara Meruqyah Diri Sendiri

Assalamu'alaykum #Lovalila Alila coba jawab yaa pertanyaan ini gimana caranya Rukqyah diri sendiri? . Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya meruqyah termasuk amalan yang utama. Meruqyah termasuk kebiasaan para nabi dan orang-orang shalih. Para nabi dan orang shalih senantiasa menangkis setan-setan dari anak Adam dengan apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya . Bismillah kenapa sih harus Ruqyah?  Ruqyah adalah sebuah pelindungan untuk melindungi orang yang terkena penyakit, hal yang perlu kita ketahui bahwa jika diri ini males-malesan, sering emosian, gelisah and sering melakukan hal-hal yang aneh, maka segeralah bertaubat dan meruqiyah diri . Cara yang Alila sering lakukan adalah 1. mensucikan diri terlebih dahulu setelah itu, banyak-banyak beristighfar, membaca Al-Quran dan yang di anjurkan . 2. Baca Al - Fatihah 1x ditiupkan ke telapak tangan 3. Baca Ayat Kursi 1x ditiupkan lagi ke telapak tangan  4. (QS. Al Baqarah: 255) 5. Baca Ayat Kurs...

Infak Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu

Al-Hakim meriwayatkan dari Abdurrahman bin Samurah radhiallahu ‘anhu berkata, “Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa seribu dinar ketika mempersiapkan pasukan al-‘Usrah (pasukan perang Tabuk ketika masa sulit) lalu Utsman meletakkan seluruh dinar itu di pangkuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abdurrahman berkata, ‘Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membalikkannya seraya bersabda, مَا ضَرَّ عُثْمَانَ مَا عَمِلَ بَعْدَ هذَا اْليَوْمِ ‘Tidaklah akan membahayakan Utsman apapun yang dilakukannya setelah hari ini.’ Beliau mengatakannya beberapa kali.” (Dikeluarkan oleh al-Hakim, dan berkata, “Shahih isnad-nya, namun tidak dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, dan disetujui oleh adz-Dzahabi.”). Pada suatu riwayat lain Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, غَفَرَ اللهُ لَكَ يَا عُثْمَانُ مَا أَسْرَرْتَ وَمَا أَعْلَنْتَ وَمَا أَخْفَيْتَ وَمَا هُوَ كَائِنٌ إِلىَ أَنْ تَقُوْمَ السَّاعَةُ “Semoga Allah mengam...

Hukum Ngupil Ditempat Umum

#Bismillah 🌿🌿 Hukum Ngupil Di Tempat Umum 🌿🌿 📌 Ahmad Anshori  Kemarin lusa ➡ Mhn penjelasanny terkait hukum ngupil di tempat umum. Jawaban : Bismillah, wassholaatu was salam ‘ala rasulillah, waba’du. Pada dasarnya, mengupil adalah kegiatan yang hukumnya mubah. Hanya saja akan menjadi masalah, ketika mengupil di lakukan di khalayak umum, atau cukup di hadapan orang lain. Karena ada hak orang lain yang terusik oleh perbuatan itu, yaitu menyebabkan orang yang melihatnya merasa jijik. Di sini, kita menemukan suatu sifat yang dapat membantu untuk mengetahui hukum mengupil di depan umum atau di hadapan orang lain, yaitu membuat jiwa merasa jijik (tu’afih al-anfus). Beberapa hadis menerangkan larangan melakukan tindakan yang dapat menyebabkan jijik. Diantaranya, hadis tentang larangan buang air kecil di air yang menggenang. Nabi shallallahualaihi wa sallam bersabda, لا يَبُول...

Kisah Kemenangan Nabi Musa dan Kebinasaan Firaun di Hari Asyura

Ketika penduduk Mesir semakin fanatik dengan kekufuran mereka. Permusuhan dan pengingkaran mereka terhadap Rasulullah Musa ﷺ kian mengobarkan hasrat untuk membunuh dan menindas utusan Allah dan orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengikuti raja mereka yang zhalim, Firaun. Saat itulah Allah tegakkan hujjah-Nya membinasakan mereka semua. Mereka telah menyaksikan tanda-tanda dan kejadian-kejadian yang di luar nalar. Kejadian yang keluar dari proses alamiahnya. Dan membuat akal terheran-heran. Tapi mereka tetap tak mau berhenti, tak mau memahami, dan tak mau kembali kepada Allah ﷻ. Dengan kekuasaan dan kesewenang-wenangannya, Firaun berhasil menekan rakyatnya untuk mengingkari kebenaran yang dibawa Nabi Musa. فَمَا آمَنَ لِمُوسَى إِلاَّ ذُرِّيَّةٌ مِّن قَوْمِهِ عَلَى خَوْفٍ مِّن فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَن يَفْتِنَهُمْ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ “Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan...

Pasukan Pengintai

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad An Nufaili, telah menceritakan kepada kami Zuhair, telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq, ia berkata; saya mendengar Al Bara` bercerita; ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menunjuk Abdullah bin Jubair sebagai pemimpin para pemanah pada saat perang Uhud, dan jumlah mereka adalah lima puluh orang. Beliau bersabda: "Apabila kalian melihat kami disambar burung, maka janganlah kalian meninggalkan tempat kalian ini hingga aku mengirimkan utusan kepada kalian. Dan apabila kalian melihat kami telah mengalahkan musuh dan kami memukul mereka, maka janganlah kalian meninggalkan tempat hingga aku mengirim utusan kepada kalian." Kemudian Allah mengalahkan mereka. Al Bara` berkata; demi Allah aku melihat para wanita menaiki gunung. Kemudian para sahabat Abdullah bin Jubair berkata; rampasan perang wahai kaum! Para sahabat kalian telah mendapat kemenangan, maka apa yang kalian tunggu? Kemudian Abdullah bin Jubair ...

Nafsu Syahwat Yang Disukai Nabi Dan Ulama • Aulia Izzatunisa

# Syahwat Yang Disukai Para Nabi Dan Ulama Yaitu syahwat yang halal, jima' dengan istri yang halal. Ini membuat pikiran sehat dan tenang, badan menjadi fresh dan lebih segar. Semoga para jomblo segera bisa mendapatkan jodoh dan dimudahkan, bisa mendapatkan "surga dunia yang halal" Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata, اعلم أن شهوة الجماع شهوة أحبها الأنبياء و الصالحون, قالوا لما فيها من المصا لح الدينية و الدنيوية, و من غض البصر, و كسر ...